MEMPERINGATI HUT DESA SEBUDI KE-181

By Admin Desa 04 May 2026 • 36 dilihat
MEMPERINGATI HUT DESA SEBUDI KE-181
Desa Sebudi merayakan ulang tahunnya yang ke-181 pada Hari Jumat tanggal 24 April 2026, acara HUT tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Desa Sebudi. Acara pembukaan diawali dengan menghaturkan banten Pejati di Padmasana Kantor Desa Sebudi, setelah itu acara di lanjutkan dengan dengan do’a bersama kemudiaan menyanyikan lagu kebangsaan, lagu Indonesia Raya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong tumpeng Dimana hal tersebut melambangkan rasa syukur, harapan kemakmuran dan kebersamaan. Acara HUT Desa Sebudi dihadiri oleh beberapa tokoh penting, diantaranya - Bapak Perbekel Desa Sebudi - Bapak Camat Selat - Bapak Kapolsek Selat - Bapak dan Ramil Selat - Bapak Bhabinkamtibnas dan Babinsa - Bapak Pendamping Desa - Ketua dan Anggota BPD Desa Sebudi - Ketua dan Anggota LPM Desa Sebudi - Bendesa Adat se-Kedesaan Sebudi - Kepala Wilayah se-Kedesaan Sebudi - Kepala SD No.1,2,3,4 Sebudi - Guru TK dan PAUD Turut hadir juga diantaranya, PKK Desa Sebudi, Satlinmas se-Desa Sebudi, BUMDesa Semaya Giri Arta Sebudi, Pamsimas Sebudi, Ketus Sekha Teruna se-Desa Sebudi, serta Perangkat Desa dan staff Kantor Desa Sebudi. Bapak Perbekel Desa Sebudi, dalam sambutannya menyampaikan wacana: “Akan ada perencanaan kegiatan parade angklung kebyar di Desa Sebudi, untuk menjaga kelestarian seni budaya Bali. Selain itu juga akan mengadakan upacara Manusa Yadnya (Mebayuh, Metatah, Meotonan massal). Mudah-mudahan bisa terwujud, apabila dana dari APBdesa mencapai hal tersebut. Kegiatan ini akan diusulkan dalam RKP-Desa tahun 2027.” Acara ulang tahun ini berlangsung meriah, penuh semangat namun tetap terasa suasana yang khidmat. Peringatan ulang tahun ini bukan hanya sekadar acara tetapi juga untuk mengenang perjalanan panjang yang telah dilewati dan juga merayakan prestasi bersama. Pada akhir acara, seluruh peserta acara melakukan tradisi “Megibung”. Tradisi megibung di Karangasem merupakan budaya makan bersama dalam posisi melingkar menggunakan satu wadah besar (nampan). Tradisi ini melambangkan kesetaraan, kebersamaan dan keakraban yang kental. Dengan dilaksanakannya tradisi ini diharapkan kita semua bisa saling merangkul hingga mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan bersama.
← Kembali ke daftar berita