Desa Sebudi merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan adat istiadat serta nilai-nilai lokal yang diakui dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai ujung tombak pemerintahan, Desa Sebudi berperan aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejalan dengan semangat otonomi daerah, Pemerintah Desa Sebudi berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat demi pembangunan desa yang berkelanjutan.
Nama Desa Sebudi telah dikenal sejak masa lampau dan tercatat dalam berbagai sumber sejarah dan prasasti kuno. Salah satunya termuat dalam brosur Karya Manca Walikrama Pura Besakih tahun 1960 yang mengutip nama-nama wilayah dari Prasasti Jaya Pangus dan Raja Purana Besakih. Dalam perkembangan bahasa dan pelafalan, nama Suka Budi kemudian mengalami peralihan menjadi Sebudi, sebagaimana perubahan nama tempat lain yang tercatat dalam prasasti kuno.
Raja Purana Besakih dan Raja Purana Pasar Agung juga menyebutkan Desa Sebudi sebagai wilayah petindih Pura Pasar Agung Besakih Giri Toh Langkir (Gunung Agung). Wilayah ini berkaitan erat dengan sejarah perjalanan Resi Markandya pada sekitar abad ke-11 Masehi dalam menyebarkan ajaran Hindu di Bali. Dalam perjalanannya, Resi Markandya membangun tempat pemujaan, perkampungan, serta lokasi tapa, yoga, dan semedi yang hingga kini disucikan oleh masyarakat, seperti kawasan Pura Pasar Agung Besakih dan beberapa lokasi keramat di wilayah Desa Sebudi.
Secara geografis, Desa Sebudi merupakan daerah dataran tinggi yang terletak di kaki Gunung Agung dan dilalui oleh beberapa sungai besar yang berhulu di Gunung Agung. Sungai-sungai tersebut juga menjadi saksi sejarah aliran lahar letusan Gunung Agung yang pernah berdampak besar terhadap wilayah desa. Hingga kini, Desa Sebudi terus berkembang sebagai desa yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang kuat serta erat kaitannya dengan kawasan suci Gunung Agung dan Pura Besakih.
Terwujudnya Desa Sebudi yang maju, mandiri, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Dengan semangat kebersamaan, Desa Sebudi membangun masa depan yang sejahtera melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.”
Desa Sebudi terletak di bagian tengah Pulau Bali, dikelilingi oleh pegunungan hijau dan sawah yang luas. Lokasinya strategis untuk akses transportasi serta pariwisata.
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Kaur Keuangan
Kaur Perencanaan
Kaur Umum
Kasi Pemerintahan
Kasi Kesra
Kasi Pelayanan
Kadus Sogra
Kadus Sebudi
Kadus Badeg Dukuh
Kadus Badeg Kelodan
Kadus Ancut
Kadus Yeha
Kadus Pura
Kadus Lebih
Kadus Telung Buana
Desa Sebudi memiliki sarana pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang memadai. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga, balai desa, dan akses internet untuk menunjang kegiatan masyarakat.